Sejak awal, Jurusan Budidaya Pertanian telah menjadi bagian dari Fakultas Pertanian dengan nama “Sectie Bertjotjok Tanam Umum.” Tokoh perintis seksi ini antara lain Prof. Ir. Harjono Danoesastro. Perkuliahan dilaksanakan di Bintaran Lor dan di Kadipaten (Mangkubumen). Guru-guru Besar yang memberi kuliah di bidang ini a.l. Prof. Koesnoto Setyodiwirjo, Jagoes, dan Prof. Ir. van de Goor. Melalui Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan no. 99/1963, sejak tahun 1963 Fakultas Pertanian melepas Bagian Kehutanan menjadi Fakultas Kehutanan dan Jurusan Teknologi Pertanian dan Kultur Teknik menjadi Fakultas Teknologi Pertanian. Semenjak itu, terdapat sepuluh seksi di Fakultas Pertanian yang masing-masing memiliki laboratorium sendiri, dan dibentuk Bagian Perikanan. Tiga di antaranya adalah Seksi Bertjotjok Tanam, Pemuliaan Tanaman, dan Statistika Pertanian, yang pada perkembangannya nanti bergabung menjadi Jurusan Budidaya Pertanian. Berlakunya sistem Satuan Kredit Semester (SKS) pada 1972 memunculkan sistem multistrata dan terjadi penggabungan seksi-seksi. Ketiga seksi tadi digabung menjadi Departemen Agronomi, dengan dua bagian: Bercocok Tanam dan Seleksi. Program Studi Agronomi (SK Dirjen Dikti 580/Dikti/Kep/1993 tanggal 29 September 1983) pada tingkat S2 dan S3 sebagian besar pengajarnya berasal dari Departemen Agronomi, baik dari Bagian Bercocok Tanam maupun Bagian Seleksi. Pada tahun 1984, sebutan Departemen Agronomi diubah menjadi Jurusan Budidaya Pertanian, dengan empat program studi: Produksi Tanaman, Ilmu Tanaman, Pemuliaan Tanaman, dan Teknologi Benih. Dua yang pertama kemudian digabung sejak diterapkannya Kurikulum 1994 menjadi Program Studi Agronomi dan dua yang terakhir juga digabung ke dalam Program Studi Pemuliaan Tanaman.
The Department of Agricultural Cultivation traces its origins to the ‘Sectie Bertjotjok Tanam Umum’ within UGM’s Faculty of Agriculture. Pioneered by Prof. Ir. Harjono Danoesastro, early lectures were held at Bintaran Lor and Kadipaten (Mangkubumen), with instruction from distinguished professors including Prof. Koesnoto Setyodiwirjo, Jagoes, and Prof. Ir. van de Goor. A significant reorganization occurred in 1963 under Ministerial Decree No. 99/1963, which separated the Forestry and Agricultural Technology sections into independent faculties. This left ten sections within Agriculture, including the original Bertjotjok Tanam, Plant Breeding, and Agricultural Statistics sections – which later consolidated to form the Department of Agricultural Cultivation. The same decree established the Fisheries Section as a new unit. The 1972 Semester Credit Unit (SKS) system prompted further structural changes, merging three sections into the Department of Agronomy with two divisions: Cultivation and Selection. The Agronomy Study Program (established by Directorate General Decree 580/Dikti/Kep/1993) initially drew faculty from both divisions. In 1984, the department was renamed Agricultural Cultivation, housing four programs: Crop Production, Plant Science, Plant Breeding, and Seed Technology. The 1994 curriculum reform consolidated these into two programs: Agronomy (merging Crop Production/Plant Science) and Plant Breeding (combining Plant Breeding/Seed Technology).
Informasi Tambahan
| Fakultas (Faculty) | Fakultas Pertanian / Faculty of Agriculture |
|---|---|
| Jenjang (Program) | Sarjana (S1) / Bachelor’s Program |
| Gelar (Degree) | Sarjana Pertanian (S.P.) |
| Akreditasi (Accreditation) | Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik (ASIIN), Unggul |
| Karir (Career) | Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, lembaga penelitian dan BUMN, Manajer (planner, designer, organizer, evaluator, mediator), Pelaku di bidang pertanian, Pendidik, Peneliti, pengusaha (entrepreneur, initiator, adaptor, cooperator), Perusahaan swasta maupun bekerja mandiri sebagai wirausaha bidang produksi tanaman |
| Kurikulum (Curriculum) | https://buper.faperta.ugm.ac.id/kurikulum-mag-agronomi/kurikulum/ |


